1. Membuat project Laravel dengan nama Laravel-sisfo
gunakan comoposer untuk membuat project laravel, ketikkan perintah berikut pada
workspace.
composer create-project laravel/laravel=^12.0 laravel-sisfo --prefer-dist
untuk menjalankan project dapat menggunakan perintah seperti dibawah ini.
php artisan serve
2. Konfigurasi Database
buka file .env kemudian isikan konfigurasi datababse berikut ini.
3. User Authentication
Install package Laravel/ui
Buka terminal/cmd kemudian ketikkan perintah berikut ini.
composer require laravel/ui
Authenctiacation fitur
Ketikkan perintah berikut pada terminal / cmd
php artisan ui bootstrap --auth,
Install dan compile
Ketikkan perintah npm install && npm run dev untuk menginstall dan compile
file-file
asset bawaan, dengan perintah diatas maka file-file yang dibutuhkan untuk
authentication akan di generate secara otomatis, seperti halaman login, register dan
forgot password, selain itu juga akan gi generate controller auth
Selain controller juga degenerate view untuk authenctication.
Migration
Ketikkan perintah php artisan migrate maka Laravel akan membuat migration
table
authentication, jika sebelumnya belum terdapat database maka akana da konfirmasi dari
larevel
apakah akan dibuatkan databasenya atau tidak. Jika migaration berhasil maka akan tampil
seperti
tampilan berikut.
Jika instalasi berhasil maka aplikasi sisfo sudah memiliki fitur authentication bawaan
dari
Laravel
Halaman login
Akses url http://127.0.0.1:8000/login pada browser maka akan tampil
halaman login seperti
berikut.
Halaman Register
Akses url http://127.0.0.1:8000/register pada browser maka akan
tampil halaman register seperi
berikut.
Selanjutnya silahkan coba registrasi dan lakukan login ke aplikasi, jika berhasil maka
akan tampil
seperti gambar berikut.
Kesimpulan :
Fitur authentication Laravel akan mengenerate controller, model, view dan route
authentication
secara otomatis, selain itu juga tampilan view sudah menggunakan framework boostrap
sehingga
mempermudah dalam membuat fitur authentication pada aplikasi.
4. Costum Table Users
Authentication Laravel secara otomatis akan mengenerate table Users yang berisi tentang
informasi data user, berikut struktur table users.
Gambar Struktur Table Users
Dari stuktur table users diatas maka perlu ditambahken beberapa field yaitu username,
level dan
status, maka perlu membuat sebuah migration untuk menambahkan field-field diatas,
ketikkan
perintah berikut pada terminal atau cmd.
php artisan make:migration costum_table_users
selanjutnya buka folder database/migration/ seperti gambar berikut.

Kemudian bukan file yang diakhiri costum_table_users.php dan isikan dengan kode program
berikut.
Kemudian jalankan perintah php artisan migrate, jika berhasil maka struktur
table users telah
berubah sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
5. Seeding User
Setelah berhasil melakukan costum table users selanjutnya membuat user menggunakan fitur
seeding pada Laravel, buat seeder dengan nama AdminSeeder dengan perintah :
php artisan make:seeder AdminSeeder
maka secara otomatis file AdminSeeder.php akan dibuat pada folder database/Seeder.
Kemudian buka file tersebut dan buat akun admin seperti kode program berikut.
Selanjutnya untuk menjalankan seeding dengan cara menjalankan perintah berikut .
php artisan db:seed --class=AdminSeeder
Jika sudah berhasil menambahkan user maka dapat login ke aplikasi menggunakan akun
tersebut.
6. Templating atau Layouting
Authentication Laravel secara otomatis mengenerate tampilan dashboard aplikasi, Langkah
selannjutnya kita akan konfigurasi tampilan aplikasi sesuai dengan template yang kita
pilih, ada
studi kasus ini kita akan menggunakan template SB Admin 2 dengan framework bootstrap,
silahkan downloah template pada link https://startbootstrap.com/theme/sb-admin-2 kemudian
extrak, selanjutnya buat folder pada public project Laravel dengan nama sbadmin dan copy
paste
kan seluruh asset template sbadmin kedalam folder tersebut.
Halaman Login Aplikasi
Buka file app.blade.php pada folder view/layouts kemudian ganti dengan kode program
dibawah ini.
Sehingga tampilan login akan berubah seperti gambar dibawah ini.
7. Layout Global
Selanjutnya membuat layout global yang mana layout ini akan digunakan sebagai layout utama aplikasi dan view-view lain akan mengambil resource disini, karena app.blade.php sudah digunakan untuk view login, maka kita perlu membuat layout baru, silahkan buat file dengan nama main.blade.php pada folder view/layouts dan isikan dengan kode program berikut ini.
Penjelasan :
Pada layouts main.blade.php diatas layout ini akan memanggil view sidebar.blade.php dan
view topbar.blade.php kedalam layout main.blade.php dengan menggunakan perintah
@include sehingga tampilan kedua view tersebut akan tampil pada layout main. Selanjutnya
juga akan menampilkan data judul dan konten dari view yang akan menggunakan layouts
main.blade.php dengan perintah @yeild(‘judul’) dan @yeild(‘konten).
8. Sidebar
Buat file pada folder layouts dengan nama sidebar.blade.php dan isi dengan kode program berikut.
9. Topbar
Buat file pada folder layouts dengan nama topbar.blade.php dan isi dengan kode program berikut.
10. Cara penggunaan layouts main.blade.php
Sebagai contoh kita akan menggunakan view home.blade.php, buka file tersebut dan isikan dengan kode program berikut.
Penjelasan :
Untuk menggunakan layouts main menggunakan @extends(‘layouts.main’) sehingga seluruh
tampilan main.blade.php akan ditampilkan pada view home, untuk menampilkan data judul
pada layout main dengan perintah @section(‘judul’)Dashboard @endsection dan konten
dengan cara @section(‘judul’)Dashboard @endsection
Jika konfigurasi layout berhasil maka akan tampil seperti gambar berikut.