Praktikum May 20, 2025 · By Rahul

Laporan Praktikum 7: Instalasi dan Pengenalan Laravel

1.1 Tujuan

Tujuan praktikum ini yaitu mahasiswa mampu installasi Laravel, membuat project baru Laravel, mengenal struktur Laravel, konsep MVC Laravel.

1.2 Alat

  • Computer / laptop
  • XAMPP
  • Visual Studio Code
  • Composer, GIT, Node JS, NPM

1.3 Teori

Laravel merupakah satu framework PHP yang pupuler yang dikembangkan oleh taylor otwell, Laravel merupakan proyek open source untuk mengembangkan aplikasi berbasis web dengan arsitektur MVC (Model – View – Controller).

Beberapa fitur yang tersedia pada Laravel :

  • Eloquent ORM (Object-Relational Mapping): Memudahkan interaksi dengan database menggunakan sintaks PHP yang intuitif. Anda dapat mendefinisikan model untuk setiap tabel database dan melakukan operasi CRUD (Create, Read, Update, Delete) dengan mudah. Eloquent juga mendukung relasi antar tabel (one-to-one, one-to-many, many-to-many).
  • Blade Templating Engine: Sistem templating yang sederhana namun powerful, memungkinkan Anda menggunakan sintaks PHP dalam template HTML dengan cara yang bersih dan aman. Blade menyediakan direktif-direktif seperti @if, @foreach, @extends, @yield, dan komponen untuk membuat tampilan dinamis.
  • Artisan Console: Command-line interface (CLI) yang disertakan dengan Laravel. Artisan menyediakan banyak perintah berguna untuk otomatisasi tugas-tugas umum seperti membuat model, migration, controller, seeder, menjalankan pengujian, membersihkan cache, dan banyak lagi.
  • Routing: Sistem perutean yang fleksibel memungkinkan Anda mendefinisikan URL aplikasi Anda dan mengaitkannya dengan controller atau closure functions. Laravel mendukung berbagai jenis rute dan middleware untuk mengontrol akses.
  • Middleware: Mekanisme untuk memfilter HTTP request yang masuk ke aplikasi Anda. Middleware dapat digunakan untuk autentikasi, logging, validasi, dan tugas-tugas lain sebelum atau sesudah request ditangani oleh aplikasi.
  • Form Request Validation: Memudahkan proses validasi data yang dikirim melalui form. Anda dapat membuat kelas Form Request khusus dengan aturan validasi yang jelas dan Laravel akan secara otomatis menangani proses validasi dan menampilkan pesan kesalahan.
  • Security: Laravel dibangun dengan mempertimbangkan keamanan. Beberapa fitur keamanan bawaan meliputi proteksi terhadap CSRF (Cross-Site Request Forgery), XSS (Cross-Site Scripting), dan SQL injection.
  • Authentication & Authorization: Menyediakan sistem otentikasi (login, registrasi, lupa kata sandi) dan otorisasi (hak akses pengguna) yang mudah diimplementasikan. Laravel Breeze dan Jetstream menyediakan scaffolding UI untuk fitur-fitur ini.
  • Testing: Dukungan bawaan untuk berbagai jenis pengujian, termasuk unit testing, integration testing, dan end-to-end testing. Laravel menyediakan helper functions dan assertion methods untuk memudahkan penulisan tes.
  • Queues: Sistem antrian yang memungkinkan Anda menunda tugas-tugas yang memakan waktu (seperti pengiriman email atau pemrosesan data) dan menjalankannya di latar belakang. Ini meningkatkan responsivitas aplikasi Anda.
  • Caching: Mendukung berbagai sistem caching (seperti Redis, Memcached, file) untuk meningkatkan performa aplikasi dengan menyimpan data yang sering diakses dalam memori.
  • Events & Listeners: Implementasi dari pola Observer, memungkinkan Anda membuat event dan listener untuk menjalankan kode tertentu ketika event tersebut terjadi dalam aplikasi Anda.
  • Notifications: Memudahkan pengiriman notifikasi ke berbagai saluran, seperti email, SMS, database, atau layanan pihak ketiga.
  • Broadcasting: Memungkinkan Anda melakukan siaran event secara real-time melalui WebSockets. Ini berguna untuk fitur seperti live chat atau notifikasi real-time.
  • Task Scheduling: Memungkinkan Anda menjadwalkan tugas-tugas cron menggunakan sintaks yang ekspresif dalam kode PHP Anda.
  • Passport (OAuth2 Server): Paket resmi untuk mengimplementasikan otentikasi OAuth2, memungkinkan aplikasi Anda menjadi penyedia otentikasi untuk aplikasi lain.
  • Sanctum (API Authentication): Paket ringan untuk mengimplementasikan sistem otentikasi berbasis token untuk Single-Page Applications (SPAs), mobile applications, dan simple APIs.
  • Socialite (Social Authentication): Memudahkan integrasi otentikasi dengan berbagai penyedia layanan OAuth seperti Facebook, Twitter, Google, dan lainnya.
  • Filesystem: Abstraksi untuk berinteraksi dengan berbagai sistem penyimpanan file, baik lokal maupun cloud (seperti Amazon S3 atau Google Cloud Storage).
  • Mail: Memudahkan pengiriman email dengan dukungan untuk berbagai driver seperti SMTP, Mailgun, dan Amazon SES.
  • Pusher (Realtime Services): Integrasi mudah dengan layanan Pusher untuk menambahkan fitur realtime ke aplikasi Anda.
  • Localization: Memudahkan pembuatan aplikasi multibahasa dengan fitur untuk mengelola terjemahan.
  • Packages: Ekosistem paket yang kaya dan berkembang pesat melalui Composer, memungkinkan Anda dengan mudah menambahkan fungsionalitas tambahan ke aplikasi Anda.

1.4 Langkah-langkah

Instalasi dan Konfigurasi

Sebelum memulai membuat proyek Laravel kita harus menyiapkan terlebih dahulu lingkungan development, kemudian membuat project baru dan melakukan konfigurasi awal Laravel.

Persyaratan Sistem

  • PHP >= 8.2
  • Ctype PHP Extension
  • cURL PHP Extension
  • DOM PHP Extension
  • Fileinfo PHP Extension
  • Filter PHP Extension
  • Hash PHP Extension
  • Mbstring PHP Extension
  • OpenSSL PHP Extension
  • PCRE PHP Extension
  • PDO PHP Extension
  • Session PHP Extension
  • Tokenizer PHP Extension
  • XML PHP Extension

Selain persyaratan di atas ada beberapa tools yang perlu diinstall yaitu Git, Composer dan Cmder (khusus windows) sifatnya opsional, kemudian juga membutuhkan hal-hal sebagai berikut:

  • Web Server (Nginx atau XAMPP)
  • MySQL sebagai basis data
  • PhpMyAdmin sebagai database client GUI untuk mengelola basis data

Install XAMPP
Download XAMPP pada link https://www.apachefriends.org/index.html kemudian install sesuai dengan Langkah-langkah wizard, setelah berhasil diiinstall maka akan muncul folder htdocs secara default pada C:\xampp\htdocs yang nantinya akan digunakan untuk membuat project-project Laravel. Dengan menginstall XAMPP maka secara otomatis akan terinstall webserver apache, PHP dan PhpMyAdmin.

Install Composer
Composer merupakan package manager untuk PHP, composer akan digunakan untuk menambahkan package-package yang dibutuhkan pada saat development. Download compose pada link https://getcomposer.org/Composer-Setup.exe , selanjutnya install sesuai dengan Langkah-langkah wizard.

Install GIT
Silahkan download dan install GIT pada link berikut https://git-scm.com/downloads/win

Install Node JS dan NPM
Node JS pada Laravel berfungsi untuk menangani masalah frontend dan build asset UI (Library UI). Buka situs resmi node js https://nodejs.org/ kemudian download dan install sesuai dengan Langkah-langkah wizard. NPM (Node Package Manager) yang berfungsi mengelola paket untuk ekosistem Javascript, NPM biasanya secara otomatis terinstall Ketika menginstall node js.

Membuat Project Laravel
Ada beberapa cara untuk membuat project Laravel yaitu kita menggunakan installer atau menggunakan composer.

Laravel Installer
Download installer Laravel menggunakan composer, caranya ketik perintah berikut pada terminal (cmder):

composer global require laravel/installer
laravel new example-app

Composer
Buat project Laravel menggunakan perintah berikut:

composer create-project laravel/laravel=^versi nama-project --prefer-dist

Setelah berhasil membuat project Laravel, selanjutnya masuk ke dalam directory project Laravel

Tags: #Laravel #MVC #PHP #Praktikum